BAB
I
PENDAHULIAN
LATAR
BELAKANG
Keindahan
berasal dari kata indah. Keindahan yang berarti sesuatu yang baik,
menyenangkan, ilmu yang indah, kebajikan yang indah atau sebagai bentuk yang
indah. Keindahan sangat berhubungan erat dengan manusia, seni, keserasian,
kehlusan. Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia yang mati sebelum
waktunya. Bisa jadi, karena keindahan adalah pelengkap hidup manusia.
Maka
bila manusia yang hidup tanpa keindahan pada hakikatnya dia sudah mati.
Keindahan bisa membuat kita gembira, bersyukur, dan lain-lain. Orang yang hidup
tanpa keindahan pada realita maka dia akan cenderung kurang bersemangat. Oleh
karena itu, dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam manusia dan
keindahan.
TUJUAN
PENULISAN
Adapun
tujuan penulisan makalah agar penulisan khususnya dan pembaca umumnya dapat
mengetahui tentang sejarah peradaban serta manusia dan keindahan.
RUANG
LINGKUP
Ruang
lingkup penulisan makalah ini mengenai:
a. Manusia
dan keindahan
b. Keindahan
dalam Islam
c. Apa
sebab manusia mencintai keindahan
d. Nilai
ekstetik
BAB
II
PEMBAHASAN
MANUSIA
DAN KEINDAHAN
A. Pengertian Keindahan
kata
keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek,
dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara warna,
dan sebagainya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan
bagian dari hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera
perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
B. Nilai
Estetik
Dalam
rangka terori umum tentang “The Lianh Gie” menjelaskan bahwa
pengertian yang dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya niali
moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan
dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai
estentik.
Dalam
bidang filsafat, istilah sering kalin dipakai sebagai kata benda abstrak yang
berarti keberhargaan (wort) atau kebaikan (goodness)
Dalam
“dictionary of sociology and relate ecience” diberikan rumusan tentang nilai
sebagai berikut.. kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat
memuaskan keinginan manusia, sifat suatu benda yang menarik minat seseorang
atau suatu kelompok.
Hal
itu berati nilai adalah :semata-mat reealita psikologi yang harus
dibedakan secara tegas dari kegunaan karena terdapat dalam jiwa
manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap
terdapat pada suatu benda sampai terbukti kebenarannya.
Nilai
dibedakan antyara lain subyektif dan nilai obyektif atau yang membedakan nilai
perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah
nilai ekstrinsik dan instrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu
benda sebagai alat sarana untuk sesuatu hal lainnya. Yakni nilai yang bersifat
sebagai alat untuk membantu.
Contoh
: puisi, bentuk puisi yqang terdiri dari bahasa, diksi, baris sajak irama.
Tari-tari,
darmawulan-minakjinggo suatu tarian halus dan kasar dengan segala macam jenis
pakaian dan gerak gerik adalah tari perang antara darmawulan dan minak jinggo.
Nilai
intrinsik adalah pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat atau
benda ) . pesan yang disampaikan koleh tanan darmawulan –minak jinggo adallah
kebaikan melawan kejahatan
C.
Manusia dan Keindahan
Keindahan
berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun
tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau,
bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut,
kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya),
suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
· keindahan seni
· keindahan alam
· keindahan moral
· keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
b. Nilai estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya
uisi, bentuk puisi
yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .
B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);
2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
· keindahan seni
· keindahan alam
· keindahan moral
· keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
b. Nilai estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .
B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);
2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.
D. Alasan Manusia Mencipta Keindahan
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
E. Hubungan manusia dan keindahan
manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan
dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.]
F. Makna
Renungan
Renungan
berasal dari kata renung. Merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu,
atau memikirkan sesuatu secara mendalam. Renunagn adalah hasil merenung .
Orang
yang merenungkan setiap kegiatannya/segenap pengetahuannya yang dia miliki
dapat disebut berfilsafat. Tetapi tidak semua orang mampu berpikir kekilsafan.
Dimana kekilsafan mendasarkan diri pada penalaran. Penalarab adalah prosesd
berpikir yang logis dan analitis. Berpikir merupakan kegiatan kegiatan untuk
menyusun pengetahuan yang benar. Sedang analisis adalah kegiatan. Berpikir
berdasarkan langkah-langkah tertentu sehingga pengetahuan yang kita peroleh
disebut pengetahuan-pengetahuan tidak langsung.
Setaip
pernah orang merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sama lain berbed,
meski objek yang direnungkan itu tergantung kepada obyek dan subyek
Ada
3 macam pemikiran kefilsafatan adalah sebagai berikut:
1. menyeluruh,
artinya pemikiran yang luas bukan hanya ditinjau sudut pandangan
tertentu. Tetapi ingin mengetahui ilmu yang satu dengan ilmu yang lain.
Contoh
dengan moral dan seni dan tujuan hidup
2. mendasar,
artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental.(keluar gejala)
sehingga dapat dujadikan dasar berpijak bagi segenap bidang
keilmuan.
3. spekulatif
artinya hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran
selanjutnya. Hasil pemikiran selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah
wilayah pengetahuan yang baru.
Metafisika
adalah cabang filsafat yang paling umum, mendasar dan kritik spekulatif.
Renungan
atau pemikiranyang dibahas dalam modul ini adalah yang berhubungan dengan
keindahan. Tanpa direnungkan hasil seni tidak mencapai keindahan
Renungan
atau pemikiran berhubungan dengan keindahan didasarkan atas 3 macam
teri yaitu:
1. teori
metafisika, plato mendalilkan adanya dunia ide para taraf yang tertinggi,
sebagai realita illahi itu.
2. teri
pengungkapan, dam teori ini dikatakan oleh Benedelto Croce. Bahwa seni adalah
pengungkapan kesan-kesan yang dimiliki seserang
3. teori
psikolgis, dinyatakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan
bawah sadar dari serang seniman.
Dalam
proses jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan seni,menurut
ke ats menyatakan bahwa, untuk mengatasai rasa ragu-ragu atau takut yang
meledakkan imajinasi, dan imajinasi ini membentuk keindahan.
Konsep
keindahan adalah abstrak, knsep itu baru dapat berkbmunikasisetelah diberi
bentuk.
Contoh
Geserng bermain di Bengawan Solo, setelah bermain ia merenung, dan dia pun
menemukan konsep keindahan, tetapi konsep keindahan belum berkomunikasi,
setelah diberi benrtuk barulah berkomunikasi, yaitu lagu-lagu “Bengawan Solo”.
G. Makna
Keserasian
Keserasian
berasal dari kata serasi. Serasi dari kata dasar rasi artinya cock, sesuai atau
kena benar. Kata cock , sesuai atau kena mengandun insur pengertian perpaduan,
pertentangan, ukuran , dan seimbangan.
Contohnya
orang berpakaian antar kulit dan warna yang dipakai cocok.
Dalama
memadu rumah dan halaman, rumah yang bagus, dengabn halaman yang luas dan
tersusun rapi dengan bunga-bunga yang indah-indah, orang akan memuji keserasian
itu, tetapi sebaliknya, rumah yang bagus, yang tidak mempunyai halaman tentu
orang akan mengatakan “sayang” jadi dalam memadu rumah dan halaman ada unsur
ukuran-ukuran yang seimbang.
Dalam
berpakain sangat diutamakan keserasian warna dan bentuk serta potongasn tubuh,.
Ada pria dan ada wanita yang dapat kita kagumi karena kecantikan /ketampanan pria
/waniata yang se4dang duduk, setiap orang yan g melihatnya terheran-heran
melihat wajahnya hampir semua mata memandang kearah wanita atau pria yang
dikagumi itu. Tetapi setelah berdiri, semua orang mengeluh “sayang”, tinggi
orang itu tidak sesuai dengan harapan kita, ternyata terlalu pendek, hal
seperti ini juga menyatakan ukuran,.
Karena
itu dalam hal keindahan, sebagian besar ahli pikir, menjelaskan bahwa keindahan
pada dasarnya adalah sejumlah kualita/pokok tertentu yang terdapat pada suatu
hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan, keselarasan,
keseimbanagn dan pertentangan.
Keserasian
identik dengan keindahan . sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang
tidak serasi tidak indah dilihat. Karena itu, sebagian ahli pikir berpendapat
bahwa keindahan adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat [pada
suatu hal.
Dalam
keserlarasan itu seseorang memiliki perasaan seimbang dan tenang, dan juga
mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat
ditengah-tengah, kesempurnaan yang menyenangkan hati dan ingin
memperpanjangnya.
Keindahan
sangat erat hubungannya dengan keserasian keindahan itu juga ada hubungan erat
dengan seni. Sen ini tidak hanya terdapat dalam keindahan, seni juga ada diahas
dimatematika.
Menurut
mahzab Phytagoras yang menciptakan teori pro[porsi iru mengemukakan bahwa
nada-nada yang dikeluarkan oleh seutas sinar tergantung dari panjang-pendeknya
sinar.
Dalam
seni ada 6 azas
1. kesatuan
total
2. tema
3. tema
variasi
4. keseimbangan
5. perkembangan
6. tata
jenjang
matematika
mempunyai peran penting dalam seni, terutama dalam cabang seni bangunan, seni
lukis, dan seni musik.
Keserasian
tidak ada hubungannya dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan
antara warna, bentuk dan ukuran atau keserasian merupakan pertentangfan antara
nada-nada tinggi rendah , keras lembut, dan panjang pendek. Kadang-kadang
kemewahan menunkang keserasian tetapi tidak selalu.
H. MAKNA
KEHALUSAN
Kehalusan
berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatannya) lembut, sopan baik
(budi bahasanya) beradab kehalusan berarti sifat-sifat yang halus kesopanan
atau keadaban.
Halus
bagi manusia itu sendiri ialah berupa sikap halus, sikap halus adalah sikap
lembut dalam menghadapi orang. Lembut dalam pengucapan kata-kata lembut dalam
roman muka , lembut dalam sikap anggota badan lainnya.
Halus
itu berarti sikap manusia dalam pergaulan , baik dalam masyarakat kecil maupun
dalam masyarakat luas. Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yanhg
halus serta cinta kasih terhadap sesama. Sebab itu orang yang bersikap menolong
orang lain. Sikap lembut juga dimiliki oleh orang yang rendah hati, karena
orang yang bersikap rendah hati adalah orang-oranmg yang halus tutur bahasanya
sopan tingkah lakunya.
Dalam
Al-Qur`an allah telah memberikan contoh dari suri tauladan yang sangat baik
kepada manusia, tentang bagaimana seharusnya cara pergaulan antar sesama.
Keindahan gaya bahasa Al-Qur`an yang halus dan baik dalam memberikan sesuatu
pengarahan kepada manusia.
Bagian-bagian
rohanian yang melahirkan sikap ada 5 bagian yaitu
1. Kelembutan
dalam pergaulan
Agar
dalam pergaulan terjaga kehalusan dan kelembutannya maka harus berdasarkan
prinsip : cinta kasih, kejujuran, keadilan dan kesatuan siakp. Apabila dalam
suatu keluarga itu dipegang teguh dan sebagai dasar pergaulan , maka
lahirlah kehalusan atau kelembutan, kelembuatan, kedamaian, kebahagiaan, dan
ketenangan.
2. pergaulan
dalam masyarakat
keluarga
adalah masyarakat, sudah tentu masyarakat terkecil, namun keluarga itu
mempunyai peranan dalam masyarakat , karena masyarakat itu terjadi dari
masyarakat kecil.
Apabila
setiap keluarga menannamkan prinsip-prinsip di atas maka keluarga-keluarga yang
membentruk masyarakat itu akan hidup tentram, damai, bahagia, dan selalu di
jumpai kelembutan.
3. kemauan
kemauan
merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam bagian rohanian manusia. Unsur
kemauan itu penting, karena kemauanlah yang menentukan pilihan.
Yakni
Berbuat
baik atau tidak berbuat baik
Kemauan
juga disebut karsa, karena kemauan atau karsa itu yang menentukan pilihan untuk
baik atau buruk. Kemauan baik ialah kemauan yang sifatnya luhur, yang tidak
merugikan orang lain. Kemauan buruk ialah kemauan yang merugikan orang lain.
Selain itu kemauan terbagi dalam 3 bagin yaitu:
Kemauan
lunak, kemauan keras dan kemauan berubah.
4. Perasaaan
Perasaaan
juga datangnya dari jiwa manusi, yang wujud luarnya tampak pada tingkah lakunya
perbuatan atau tindakan. Karena itu, perasaan pun merupakan salah satu lapangan
sikap
Perasaan
disini yang dimaksud adalah perasaan yang d\ada jiwa atau yang ada pada hati
manusia. Karena dia menyeluruh hati manusia, maka perasaan yang pada jiwa atau
yang lazim ada pada hati manusia. Perasaann perlu dikendalikan dengan baik.
5. Pikiran
Pikiran
dalah bagian rohani manusia yang dapat menciptakan pengetahuan, gagasa,
pendapat, ide, dya, upaya(akal) teori, pertimbanagan, renungan, kesadaran,
kebujaksanaan.
Demikian
pila orang yang mampu mengendaliakn kemauannya dengan pikirannya adalah orang
yangf realistik.,Sebaliknya, perasaaan dan kemauan berpengaruh atas jalannya
pikiran manusia
Contoh
perasaan yang halus akan mempengaruhi akal yang sehat, keinginan, kemauan
, yang tinggi akan mendorong manusia untuk memeras otak atau pikiran agar
melahirkan ide atau gagasan yang baru.
Jadi
, antara pikiran, perasaaan, kemauan, yang lazim disebut “cipta, rasa, dan
karsa” manusia merupakan jalinan yang kuat sekali. cipta, rasa, dan karsa
yangmembuat manusia selalu bergerak, berubah, berkembang dan maju, dengan kata
lain membuat orang dinamis sebab itu, para filsuf yang menyebut ke
tiga rohaniah itu “ Trias-dinamika”
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Keindahan
adalah berasal dari kata “indah” berarti bagus, permai, cantik, molek
dan
sebagainya.
keindahan
mengandung 2 makna yaitu
Ø Keindahan
dalam arti ektetik murni
Ø Keindahan
dalam ektetik terbatas
2. Renungan
adalah berasal dari kata “renung” artinya diam-diam memikirkan
sesuatu, atau memikirkan sesusatu dengan cara mendalam,renungan adalah hasil
merenung.
Ada
3 macam kepemikiran ke filsafatan
a. menyeluruh
artinya pemikiran yang lebih luas
b. Mendasar
artinya pemikiran yang dalam
c. spekulatif
artinya hasil pemikiran yang dapata dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran
selanjutnya.
3. keserasian
adalah : berasal dari bahasa “serasi” yang artinya dari kata dasar “rasi’
artinya cocok, sesuai atau kena benar
4. kehalusan
adalah bersal dari kata “halus” artinya tidak kasar (perbuatan ) lembut, sopan,
baik (budi bahasa) beradap kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan
atau keadaban.
5. ada
5 bagian rohanian yaitu:
a. kemauan
b. perasaan
c. pikiran
d. kelembutan
dan pergaulan
e. pergaulan
dalam masyarakat.
6. Masalah
kesenian menurut read adalah
a. seni
visual
b. seni
lukis
c. seni
musik
d. seni
sastra dan seni gerak
DAFTAR
PUSTAKA
Notowidagdo,
Rohiman. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Quran Dan Hadits. Jakarta: PT.
RajaGrapindo Persada. 2002
Whidagdo,
Djoko.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2003
Try,
Prasetio, Djoko. Ilmu Budaya DasarMKDU. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1998
Tidak ada komentar:
Posting Komentar